
Otsus Aceh Diusulkan Diperpanjang hingga 2048
ACEHRAYA.ID | Banda Aceh, Dana Otonomi Khusus (Otsus) Aceh yang telah berjalan sejak 2008 berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006, kini memasuki fase krusial menjelang berakhirnya masa berlaku pada 2027. Pemerintah pusat melalui Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, mengusulkan perpanjangan Otsus selama 20 tahun ke depan, yakni periode 2028 hingga 2048, dengan besaran tetap sebesar 2 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) nasional.
Usulan tersebut menjadi angin segar bagi keberlanjutan pembangunan di Aceh, mengingat dana Otsus selama ini berperan strategis dalam mempercepat pemulihan pascabencana, pengentasan kemiskinan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dalam skema yang berjalan saat ini, alokasi dana Otsus mengalami penurunan bertahap. Setelah sebelumnya berada pada angka 2 persen dari DAU nasional hingga 2022, besaran dana tersebut menurun menjadi 1 persen untuk periode 2023 hingga 2027. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan keberlanjutan program-program pembangunan yang masih sangat bergantung pada dana tersebut.
Data hingga 2024 mencatat total akumulasi dana Otsus yang telah diterima Aceh mencapai Rp104,23 triliun. Sementara pada awal 2026, alokasi yang dikucurkan tercatat lebih dari Rp4 triliun. Dana tersebut selama ini dimanfaatkan untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, serta sektor sosial lainnya.
Lebih dari sekadar instrumen fiskal, dana Otsus merupakan bagian dari implementasi kesepakatan damai dalam MoU Helsinki, yang bertujuan memperkuat stabilitas, mengurangi ketimpangan, serta menurunkan angka kemiskinan yang masih relatif tinggi di Aceh.
Dukungan terhadap usulan perpanjangan ini juga mengalir dari DPR RI dan Pemerintah Aceh. Namun demikian, berbagai pihak menekankan pentingnya pembenahan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas agar pemanfaatan dana Otsus benar-benar tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Ke depan, perpanjangan Otsus diharapkan tidak hanya menjadi kelanjutan program, tetapi juga momentum untuk melakukan reformasi pengelolaan anggaran yang lebih efektif, terukur, dan berorientasi pada hasil, sehingga cita-cita pembangunan Aceh yang berkeadilan dan berkelanjutan dapat terwujud secara optimal.
Redaksi
15 Apr 2026
ACEHRAYA.ID | Aceh Jaya, Safwandi (Bupati Aceh Jaya) menghadiri kegiatan pemaparan capaian pemulihan keuangan negara yang digelar di Kejaksaan Negeri Aceh Jaya, Calang, Selasa (14/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, tercatat dana sebesar Rp1,319 miliar telah berhasil dipulihkan. Safwandi menyampaikan apresiasi kepada Kejaksaan Negeri Aceh Jaya atas kinerja dalam menindaklanjuti temuan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) beberapa tahun …
02 Apr 2026
Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) tetap berjalan dan tidak dihentikan. Kebijakan terbaru yang mulai berlaku 1 Mei 2026 merupakan langkah penyesuaian agar program ini lebih tepat sasaran, dengan memprioritaskan masyarakat miskin dan rentan. Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, menjelaskan bahwa penyesuaian tersebut dilakukan dengan mengacu pada data sosial ekonomi nasional …
30 Okt 2025
ACEHRAYA.ID | KOTA JANTHO – Bupati Aceh Besar H Muharram Idris atau akrab disapa Syech Muharram memberikan instruksi kepada Mukim dan Keuchik dalam wilayah Kabupaten Aceh Besar pada Apel Akbar, di Lapangan Jantho Sport Center (JSC), Kota Jantho, Selasa (15/04/2025). Turut hadir pada apel tersebut, Wakil Bupati Aceh Besar Drs Syukri A Jalil, unsur Forkopimda, …
13 Nov 2025
ACEHRAYA.ID | Banda Aceh (13/11/2025), Komisi Yudisial Republik Indonesia mengadakan kegiatan Peningkatan Profesionalitas Hakim di Banda Aceh. Pelatihan ini berlangsung selama 4 (empat) hari di Hotel Muraya Banda Aceh, dimulai sejak hari Selasa, 11 November 2025 dan akan berakhir pada Jumat, 14 November 2025. Kegiatan yang dibuka oleh anggota Komisi Yudisial, Bidang Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas …
30 Okt 2025
ACEHRAYA.ID | Aceh Singkil, Gerakan Nasional Perlindungan Perempuan dan Anak (GERMAS PPA) turun tangan menyikapi kasus istri yang diceraikan sepihak oleh suaminya yang baru lulus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Kabupaten Aceh Singkil. Kasus tersebut viral di media sosial hingga mengundang simpati netizen. Tampak dalam video yang beredar, seorang perempuan bersama dua anaknya menangis saat …
15 Apr 2026
ACEHRAYA.ID | Jantho, Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H Ruslan M. Daud SE MAP mengajak para tokoh agama dan ulama dayah untuk mengawasi kader PKB, supaya ada manfaat untuk kemajuan dayah, agama, negara dan bangsa. Jika harapan tersebut mampu direalisasikan, tentu ini sungguh luar biasa. “PKB tetap mendukung kemajuan dayah, dan kader partai ini jangan sampai …
15 Apr 2026
Acehraya.id | Banda Aceh – Polda Aceh bersama Universitas Teuku Umar (UTU) secara resmi melakukan kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang diadakan di ruang kerja Kapolda Aceh, Mapolda Aceh, pada Selasa, 14 April 2026. Acara penandatanganan MoU ini juga diisi dengan audiensi antara jajaran Polda Aceh dan pihak UTU. Kapolda Aceh Irjen Pol. …
30 Okt 2025
ACEHRAYA.ID | Aceh Besar – Tim peneliti dari Universitas Syiah Kuala (USK) melakukan kegiatan pendampingan lapangan di Posyandu Cinta Kasih Gampong Neuheun, Kecamatan Mesjid Raya, Aceh Besar, sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan penurunan angka stunting di daerah tersebut. Kegiatan ini dipimpin oleh Koordinator Program Studi Teknik Elektro USK, Assoc. Prof. Melinda, bersama tim peneliti yang terdiri …
Comments are not available at the moment.